www.travelumroh.org
Sebaik-baiknya perjalanan menyembuhkan hati adalah dengan berlapang dan berserah diri kepadaNya. Ibadah Umroh itu panggilan, belum tentu orang yang memiliki harta yang berlimpah bisa mendapatkan panggilan untuk menikmati rahmat yag turun di Mekkah dan Madinah
Aku sempat linglung, memilih umroh ataukah ke Negara Lain Iseng aku menulis status di WA saat itu, antara Umroh atau LN. Aku takut, apalagi aku ingat perkataan temanku, kalau ke Tanah Suci kita akan mendapatkan balasan atas apa yang telah kita perbuat di kampung.
Aku membayangkan dosa-dosa apa saja yang pernah aku lakukan. Bahkan bisa saja aib-aibmu terbongkar. Lalu teman langsung message via wa dan mengatakan umroh itu lebih berkah insya allah. Suatu hal luar biasa jika disanggupkan bisa umroh.
Setelah itu aku kemudian berkonsultasi dengan dokter. Jika ingin umroh, vaksinnya apa saja? Dokter mulai memintaku untuk Vaksin Meningitis adalah vaksin wajib dan flu tambahan. Lakukan segera biar saat urus visa sudah ada sertifikat meningitis juga.
Yang penting itu sertifikatnya (buku kuning). Percuma telah vaksin tetapi sertifikat gak ada. Vaksin ini adanya di kantor Bandara dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Dari lokasi kerja di Pulau Luwuk Banggai, aku ke mulai mencari informasi tentang dimana bisa melakukan vaksin meningitis di Sulawesi Tengah.
Aku mendatangi kantor pelabuhan di luwuk banggai, petugasnya mengatakan adanya di Palu. Aku mulai menelpon ke Rumah Sakit yang ada di Luwuk Banggai ternyata tidak melayani vaksin ini. Akhirnya, mengikuti saran kawanku aku memutuskan pulang ke Makassar. Aku melakukan vaksin meningitis di kantor kesehatan pelabuhan Makassar dengan biaya Rp. 330.000,-.
Kamis, 05 Desember 2018
Pukul 07.00 WITA, aku telah berada di Sultan Hasanuddin International Airport (SHIA). Setelah melaksanakan sholat subuh, aku mulai masuk untuk antri di imigrasi. Pertama kali diperiksa adalah buku kuning (sertifikat meningitis) kemudian cap paspor. Pukul 07.40 WITA aku meninggalkan SHIA menuju Madinah dengan waktu tempuh 11 jam perjalanan. Di dalam pesawat, aku menghabiskan waktu dengan membaca buku dan mendengarkan lagu melalui ipod.
Bandara di Madinah (dok. pribadi)
Tepat waktu sholat ashar, aku tiba di Madinah. Pemeriksaan pertama, memperliatkan sertifikat (buku kuning) sebagai bukti telah melakukan vaksin meningitis lalu cap paspor. Dari bandara, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di Sanabel Madinah Hotel.
Dalam perjalanan menuju menuju hotel, pak Ustadz memandu untuk membaca "Labbaika Allahumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, inal hamda wan ni'mata laka wal mulka laa syariika laka."
Artinya : "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah dan tiada sekutu apapun bagi-Mu. Sesungguhnya puji, nikmat, dan kekuasaan hanya bagi-Mu tanpa sekutu apapun bagi-Mu
Check in di hotel. Ouhg iya lokasi hotel sangat dekat sekali dengan pintu 25 masjid Nabawi (jalan kaki 4-5 menit) dan sangat nyaman. Tiba di hotel aku langsung melaksanakan sholat ashar dan bersiap menuju Masjid Nabawi untuk menunaikan sholat maghrib isya. Setelah isya baru kembali ke hotel untuk makan malam
07 desember 2018
Hari ini berkeliling masjid Nabawi, melihat pemakaman umum dan dari jauh kubah makam nabi. Menunaikan sholat jumat di masjid Nabawi. Malamnya setelah sholat isya mengantri masuk ke Raodah. Raodah sendiri merupakan "taman-taman surga" yang letaknya di dalam Masjid Nabawi.
Memasuki Raodah harus banyak bersabar dan penuh tantangan. Bagi wanita tempat ini dibuka setelah isya menjelang sholat subuh dan setelah subuh menjelang duhur.
Pertama kali memasuki Raodah, setelah sholat isya asli crowded.Ketika pintu di buka, jamaah berlarian masuk ke dalam. Di karpet merah aku mulai membaca doa ketika berada di Raodah, dan aku menangis. Aku kemudian menuju karpet hijau.
Di karpet hijau aku melaksanakan shalat mutlak dan hajat. Ada banyak pinta yang aku sampaikan kepadaNya, ada banyak ayat-ayat rindu yang aku tasbihkan. Semoga Jodohku, Jodohmu menjadi Alhamdulillah. Kitalah yang dipertemukan. Aamiin11x
Raodah (dok. pribadi)
Sabtu, 8 Desember 2018
Aku mengunjungi Masjid Quba. Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Dalam Surah At Taubah ayat 108 Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakn shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah SWT menyukai orang-orang yang bersih. Di masjid Quba, aku menunaikan sholat dhuha.
Selanjutnya ke kebun kurma yakni di ladang kurma Haji Majed. Disini banyak sekali jenis kurma yang di jual, aku tidak membeli karena mahal hanya mencoba setiap jenis kurma 1 biji dan kenyang. Lebih murah di belakang hotel. Kemudian ke Jabal Rahmah.
Pooh Kurma (dok. pribadi)
Dari hasil googling, Jabal Rahmah Merupakan Sebuah bukit tempat bertemunya kembali Nabi Adam Dan Sitti HawaSetelah dipisahkan dan diturunkan dari Syurga-Nya Allah SWT. Jabal Rahmah sendiri Adalah Bukit Batu.
Dari Asal Katanya, Kata Rahmah memiliki arti casi sayang. sebum nama yang diamail dari kisah Mahsyur dikalangan ummat islam, kiss pertemuan antara Adam Dan Hawayang diturunkan ke bumi dan ditempatkan secara Terpisah.
Di Bukit Rahman (dok. pribadi)
Malamnya setelah melakukan sholat Isya, aku berniat untuk masuk ke Raodah tetapi hingga dua jam aku menunggu pintu belum terbuka. Aku kembali ke hotel.
Minggu, 8 Desember 2018
Kunjungan yakni ke Museum Alquran, Mesjid Ghamama, Mesjid Abu Bakar dan Mesjid Ali Bin Abi Thalib.
Nama resmi museum ini adalah The Holy Quran Exhibition. Jika dari Mesjid Nabawi dapat melalui pintu no 5. Waktu masuk ke museum aku melihat banyak koleksi Alquran yang ditulis dengan tinta emas. Pemandunya dapat berbahasa Indonesia. Informasi dari bapak pemandu, koleksi museum Alquran Madinah menjadi terbesar di dunia.
Awalnya diberikan informasi tentang sejarah Alquran, proses penulisan Alquran yang tentu saja membutuhkan ketelitian tinggi. Aku juga diperlihatkan koleksi kaligrafi dan aneka kitab Alquran yang langka. Sebelum keluar museum, ada toko yang menjual Alquran yang dapat di wakafkan harganya waktu itu 40 Riyals ada juga sajadah.
Museum Alquran (dok. pribadi)
Mesjid Ghamama terletak sekitar 300 meter dari Masjid Nabawi. Dari informasi pak Ustadz, Ghamma artinya awan mendung. Di masjid ini Rasulullah SAW melaksanakan Salatul Istiskah (shalat meminta hujan).
Kemudian jalan lagi menuju Mesjid Abubakar, yang aku lihat dindingnya dilapisi batu hitam, kubah menaranya di cat dengan warna putih, sangat indah. Setelah itu melewati Mesjid Ali Bin Abi Thalib
Tanggal 9 Desember 2018
Malam aku telah berniat untuk masuk ke Raodah lagi. Pukul 02.38 aku telah tiba di Masjid Nabawi. Doaku terkabulkan. Alhamdulillah. Pintu terbuka seperti jalan tol masuk kedalam, langsung sholat di bawah mimbar Rasulullah SAW dan di depan mimbar. Berdoa di tempat ini teduh dan damai banget rasanya. Ada tangis, aku membayangkan Rasulullah SAW ketika beliau berkhotbah.
Ough iya di tempat ini sebaiknya tidak mengambil gambar. Karena akan ditegur oleh Azkar. Aku sempat menyaksikan ada perempuan yang mengambil gambar di karpet hijau meskipun telah di peringatkan
Masjid Nabawi (dok. pribadi)
Setiap masuk ke dalam Masjid Nabawi tasku selalu diperiksa. Isi tasku yakni sunblock, lipbalm, kacamata, botol air, sajadah tipis, alquran dan tas kain buat tempat sandal dan juga HP.
Shalat di masjid Nabawi lebih utama dari 1000 shalat di masjid lainnya selain di Masjidil Haram. Dan shalat di masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya. Disini setiap selesai melaksanakan shalat fardhu maka akan shalat sunah jenazah.
Aku menyukai ketika waktu shalat orang berbondong-bondong menuju masjid, kemudian masjid sangat penuh baik itu di dalam masjid maupun halaman masjid. Aku bahkan memperhatikan semua orang dari berbagai penjuru dunia menjadi seorang muslim dan muslimah yang berusaha menghadap Sang Maha Pencipta dengan sebaik-baiknya.
Aku suka lihat payung-payung masjid Nabawi, masjid ini indah sekali dan canggih. Lihat waktu payung-payung otomatis terbuka dan tertutup. Aku gak tau mau berkata apa, pokoknya sulit dijelaskan dengan kata-kata. Jika waktu shalat selesai, aku suka berkeliling masjid dari pintu ke pintu seorang diri, nyari spot-spot shalat dan tentu saja photo.
Masjidil Haram (dok. pribadi)
Ada lagi yang aku suka yakni air zam-zam yang melimpah. Setiap masuk waktu shalat aku selalu mengisi botol airku ini untuk konsumsi sendiri dan juga mulai mengisi botol-botol air mineral untuk dibawah pulang ke kampung sebagai ole-ole. Air zam-zam disini dingin, solusinya cari gallon yang ada tulisan Not Cold.
Informasi Umroh Dan Haji
PT. Zamzam Haramain
Jl. Andi Tonro Ruko No 5, Gowa
Call/WA- 0811 4149 111









Tidak ada komentar:
Posting Komentar